Contact Form

 

Diari Seorang Pelukis

Mata dah pedih...tak tau nak tulis apa, cuma nak kata terima kasih sebab singgah sebentar ke halaman ini untuk menatap secebis kisah aku seorang pelukis... tak pernah terlintas untuk aku menulis... cuma mungkin ini adalah tindakan natural yang aku sendiri tak tau....



Doa

waktu bulan pucat di tengah langit, dalam kelam kulihat bayang sendiri, tanpa suara dan segalannya, kecuali doa
Tuhanku yang pengasih, andaikata malam kabut begini, memberi pengertian untukku, seorang pencari cintamu, maka, kutadahkansetulus harap, dari kamar sempit ini, dari jendela kaca yang kaku.

Tuhanku yang pengasih, berikanlah aku beberapa hari lagi, untuk yang pasti tiba, demi segala kekuatan dan keunggulan-Mu, aku merasa semakin kecil. Dan katakanlah mati memberikan pengertian buat seorang yang bernama manusia, maka kupinta kepada-Mu, suatu penangguahan.

Tuhanku yang pengasih, demi kebesaran-Mu aku tetap memohon mentari masih bersinar esok dan esoknya. malam yang dikaburikabut dan bulan bersabit aku meyakini sesuatu, biarlah embun kasar tidak turun membasahi sedikit ketenangan.






Total comment

Author

Latif Maulan

0   comments

Post a Comment